27mei201009:09
aku berpendapat, dengan tingkat kebosanan menakjubkan.
mungkin cuma iseng, atau apa, tapi beberapa kali ada yang bertanya padaku, kalau anaknya begini, bapaknya kayak gimana si? well… i tell you now. dalam hal ngomong ngaco dan bikin orang ketawa, aku gak ada apa-apanya dibanding dia. that’s one thing. the other thing is he is a damn good and absolutely honest man.
selama empat periode, itu 15 tahun masa orde baru, dan 5 tahun masa reformasi, dia adalah seorang anggota dprd. dan tak pernah kami makan selain dari gaji pokok dan tunjangan normalnya. sampai saat ini kendarannya masih sebuah motor vespa 150 px, yang dibelinya dengan gaji guru smp dulu, saat aku masih minum asi. motor vespa yang bahkan sekarang entah kemana, sudah tiga tahun ‘dipinjam’ dan tak ada kabar sampai sekarang.
tak pernah sekalipun bersedia menerima uang bahkan dari anaknya ini, cuma sekali, karena bener-bener kepepet dulu. sekali, dan sampai beberapa tahun kemudian masih dibangga-banggakan ke orang, kalau anaknya ini anak yang berbakti. semua karena dia merasa bersalah, tak mampu membiayai anaknya kuliah.
di masa orde baru, karena membela orang-orang tak mampu, mencoba mengurus tanah mereka yang diakui negara, emblem “oknum anggota dprd” menempel bertahun-tahun, beredar di koran-koran.
di masa reformasi, karena menjalankan tugasnya sebagai ketua kpud, diserang oleh dua kubu anggota partai bodoh yang bertikai. rombongan orang bersenjata tajam dengan truknya menyatroni rumah, sampai keluarga kami harus mengungsi.
pagi tadi, kakakku sms, katanya bapak bakal dipenjara kalau tidak segera mengembalikan uang lima juta rupiah ke kas negara. lima juta rupiah. entah sudah berapa tahun dia tidak melihat uang sebesar itu.
terima kasih indonesia, yang telah membuatku lari pagi ke atm hari ini. this exactly is why i love you so much.
25mei201003:41
aku berpendapat, dengan tingkat kebosanan menakjubkan.
baru kelar nonton episode terakhir lost. ternyata bener kecurigaan selama ini. bahkan penulisnya pun gak tahu penjelasan dari semua misteri yang mereka buat.
they are just as lost as the audience.
17oktober200919:17
aku berpendapat, dengan tingkat kebosanan menakjubkan.
beberapa tahun silam, dunia komputer dipenuhi bahasa inggris, bahasa yang masih asing bagi sebagian besar warga negara ini. karena dirasa menghambat proses pembelajarannya, pemerintah mengeluarkan instruksi penerjemahan istilah-istilah komputer. senarai kata resmi dikeluarkan, disertai panduan untuk penerjemahan kata-kata yang belum tercantum di situ. hasilnya?
anak-anak kecil sekarang sudah terbiasa menggunakan anjungan kerja dengan penugasan ganda, menghadapi layar monitor dengan tangan pada papan tombol dan tetikus. mengetikan nama ranah laman favorit mereka di peramban, melakukan catat masuk dengan sandi lewat yang sudah ada di luar kepala, mengikuti pranala yang mereka temukan, kopi dan pasta humor untuk didepankan pada teman lewat surel, rumpian ataupun forum ratel.
tak sedikit pula yang memiliki laman sendiri, dengan lihai membuat antarmuka menggunakan bmht [bahasa markah hiper teks], menuliskan bita demi bita kode sumber, melakukan awakutu jika menemukan kesalahan saat pratilik, memastikan tidak terjadinya tabrakan pada perangkat lunak, dan mengunggahnya ke peladen dengan cepat menggunakan jaringan pita lebar.
tak usah heran jika muncul peretas-peretas handal dari bangsa ini [ingat, peretas bukan perengah].
ps. sebenernya masih pengen nulis banyak, tapi keburu sakit kepala. bagian dari panduan penerjemahan itu ada yang nyebutin “kumpulkanlah kata-kata dalam kamus yang tidak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebanyak-banyaknya, kemudian gunakanlah secara acak untuk penerjemahan istilah bahasa inggris yang tidak ada padanan katanya” gitu gak ya?
15maret200909:33
aku berpendapat, dengan tingkat kebosanan rendah.
sekelompok anak kecil mengkhayal menjadi pahlawan yang akan menyelamatkan dunia di masa depan. menyelamatkan bumi dari bahaya besar. bahaya seperti apa? mereka pun mulai membuat daftar bahaya yang mungkin dilakukan oleh organisasi kejahatan dunia sesuai dengan imajinasi mereka. mulai dari bom pada kota-kota yang asal saja keluar dari kepala mereka, penyebaran virus, sampai pada robot raksasa yang akan mengacaukan dunia.
semuanya mereka tulis di sebuah buku, yang mereka sebut sebagai buku ramalan. mereka melakukan itu semua di markas rahasia mereka yang terbuat dari ikatan ilalang di tengah sebuah lapangan. sekelompok calon pahlawan telah terlahir, lengkap dengan simbol rahasia mereka. simbol yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu. sahabat sejati.

tentu saja saat mereka tumbuh dewasa, mereka semua melupakan mimpi masa kecilnya. semua khayalan bodoh mereka. hingga mereka dipaksa untuk mengingatnya.
satu persatu musibah yang mereka karang mulai terjadi. bom meledak di san fransisco, wabah virus merebak di afrika, diikuti menghilangnya seorang ahli robot. semua petunjuk mengarahkan mereka pada sebuah organisasi yang menamakan dirinya “sahabat”, sebuah organisasi misterius dengan simbol yang samar-samar mulai mereka ingat. hanya ada satu penjelasan masuk akal, salah seorang teman mereka menghidupkan khayalan masa kecilnya, dari sisi yang berbeda.
fewh. rupanya saya selama ini sudah mengabaikan terlalu banyak hal. bahkan 20th century boys difilmkan juga tidak tahu. gara-gara dititipin download film oleh temen, ngeliat-liat list, gak sengaja mata nabrak ke judul ini. aw aw aw. langsung kusikat dan kunikmati.
honestly, aku gak tahu apakah orang yang cuma menonton filmnya bisa mengikuti jalan ceritanya apa gak. dengan banyaknya tokoh dan alurnya yang maju mundur, sepertinya bakal sulit dicerna. tetapi sebagai fans berat urasawa naoki yang sudah membaca manga-nya bolak-balik-bolak-balik, cuma satu komentar yang bisa saya keluarkan. it’s damn good.
16september200801:20
aku berpendapat, dengan tingkat kebosanan sedang.
- : betah banget di sana, bahagia ya?
+: gua gak cukup sombong buat ngaku bahagia, tapi santai aja, gua juga gak bernah berharap bahagia.
- : hah? masih sinting.
+: haha, kenapa, ada yang salah?
- : baru denger aja ada orang ngomong begitu
+: well… i’m still me.
“aku hanya merasa kamu akan bahagia kalau kamu mendapatkan yang kamu harapkan.” kata temanku yang lain. dengan iseng kubalikkan omongannya. “tenang, aku gak pernah berharap untuk bahagia.”
bahagia, sebuah kata yang sepertinya ditinggikan banyak orang. begitu tinggi, sampai aku ingin melemparkan dan menginjak-injaknya. oke, gak segitunya sebenarnya, cuma demi meningkatkan efek dramatisasi. jawabanku yang kukeluarkan pada mereka juga sebenarnya tidak begitu akurat. cuma saja, akurasi membutuhkan penjelasan yang panjang, dan aku sedang tidak berminat berbicara tentang filosofi hidup waktu itu.
[baca komplit...]